Dari Kampung Rawan Banjir Menuju Smart Kampung Mandiri
Kisah gotong royong 98 kepala keluarga Wonokromo mengakhiri genangan air lewat 45 titik biopori, membangun lumbung ketahanan pangan lele bioflok, dan menghapus prasangka lewat transparansi kas digital terbuka.

Lorong Hijau Bebas Banjir RT 03 / RW 05 Wonokromo
Kombinasi paving rapi, 45 lubang silinder biopori resapan, budidaya bioflok pangan, dan papan informasi digital yang terhubung ke smartphone warga.
Sebelum Ada Kampung Connect: Mengapa Warga Bergerak?
Sebagai permukiman urban padat di jantung Surabaya, RT 03 Wonokromo bertahun-tahun menghadapi tiga kebuntuan klasik yang memicu kejenuhan warga.
Banjir Genangan Musiman di Gang 1
Setiap kali hujan deras lebih dari satu jam, air buangan meluap hingga 20–40 cm di pelataran rumah. Drainase konvensional tidak mampu menyerap debit air permukaan karena tertutup semen.
Prasangka Buku Kas Iuran Manual
Iuran rutin Rp 25.000/KK dicatat dalam buku tulis bergaris yang disimpan bendahara. Laporan hanya dibacakan setahun sekali saat perayaan kemerdekaan, memicu bisik-bisik kecurigaan antarwarga.
Sampah Tercampur & Bansos Subjektif
Kardus dan botol plastik terbuang sia-sia tanpa nilai tambah, sementara penentuan penerima bantuan sembako sering menimbulkan rasa iri karena tidak ada kriteria transparan yang disepakati.
Empat Pilar Gerakan Mandiri Warga RT 03
Warga bermusyawarah dan sepakat mengalokasikan kas untuk program lingkungan konkret yang hasilnya dapat dinikmati bersama.
0145 Titik Resapan Biopori
Pengeboran lubang silinder sedalam 100 cm di sepanjang Gang 1 dan Gang 2. Mengurangi debit genangan air hujan sekaligus memproses sampah organik dapur menjadi kompos.
02Kolam Terpal Lele Bioflok
Pemanfaatan fasum pojok utara rel untuk 2 kolam terpal bulat aerasi mikro. Panen setiap 2,5 bulan dibagikan merata ke warga lansia dan dijual untuk subsidi silang kas RT.
03Bank Sampah Berkah
Penimbangan kardus, botol plastik, dan minyak jelantah setiap Sabtu pekan kedua. Dikonversi otomatis menjadi saldo kas iuran warga secara transparan dan berkeadilan.
Transparansi Kas & Bansos
Arus kas masuk-keluar beserta nomor kuitansi digital toko bahan bangunan dapat dicek kapan saja oleh warga, sementara identitas bansos dilindungi privasi sesuai UU PDP.
Transformasi Terukur: Dulu vs Sekarang
Bukti nyata bahwa partisipasi aktif warga bersama tata kelola digital melahirkan perbaikan lingkungan yang terbukti di lapangan.
Kondisi RT 03 Sebelum Inisiatif (2024)
- ✕Banjir Genangan: Air menggenang 2–3 jam setiap hujan deras di Gang 1 setinggi 30 cm.
- ✕Kas Tertutup: Kuitansi tersimpan di laci rumah pengurus, warga ragu membayar iuran bulanan.
- ✕Sampah Terbuang: 180+ kg kardus dan botol plastik langsung dibuang ke TPA tanpa ada pemilahan.
- ✕Konflik Bansos: Warga saling curiga terkait siapa saja yang menerima paket sembako bantuan.
Kondisi RT 03 Setelah Kampung Connect (2026)
- Bebas Banjir: Air hujan langsung meresap ke 45 lubang biopori dalam waktu kurang dari 15 menit.
- Kas Transparan: Saldo kas berjalan Rp 18,25 Jt & kuitansi toko bahan bangunan terbuka 24/7 di web.
- Ekonomi Sirkular: 180 kg sampah terpilah per bulan menghasilkan Rp 850.000 saldo kas warga.
- Bansos Adil & Privasi Terjaga: Penetapan kuota berbasis skor musyawarah dengan NIK termasking aman UU PDP.

Balai RT 03 Wonokromo: Tempat Keputusan Terbuka Diambil Bersama
Guyub Rukun, Kuncinya Bukan Aplikasi Saja
Platform digital hanyalah alat pencatat. Jiwa dari Kampung Connect adalah pertemuan tatap muka di Balai RT setiap malam Minggu pertama, di mana proyektor menyala dan setiap rupiah kas dipertanggungjawabkan di hadapan bapak-ibu warga.
Apa Kata Warga & Pengurus?
"Dulu kalau hujan deras saya was-was motor kemasukan air di Gang 1. Sejak 45 lubang biopori dirawat dan got dibersihkan tiap bulan, air langsung amblas. Sekarang iuran Rp 25.000 rasanya enteng karena kuitansi pipa dan bibit lele bisa kita pantau langsung dari HP."
"Sebagai bendahara, beban mental terbesar itu kalau ada curiga. Dengan Kampung Connect, setiap setoran Bank Sampah atau belanja operasional langsung terinput kuitansinya. Warga tidak perlu menunggu laporan tahunan untuk percaya."
"Kekuatan kampung Surabaya itu ada di gotong royongnya. Teknologi di sini bukan untuk menggantikan silaturahmi, tapi justru memperkuat rasa saling percaya saat kita kumpul rembug di Balai RT malam hari."
Laporan Kas Berjalan Oktober 2026
Rincian mutasi kas masuk dan keluar yang diverifikasi pada rembug warga terakhir.
Kerja Bakti Masal & Perawatan 45 Titik Biopori
Pembersihan endapan sedimen menjelang puncak musim hujan serta pengisian sampah organik ke dalam silinder biopori.
Wujudkan Kampung Masa Depan Bersama
Bergabung dalam musyawarah warga, pantau saldo kas lingkungan, atau akses dasbor pengurus RT untuk tata kelola yang profesional.